Friday, November 30, 2012

Drag Bike Kediri


Surya 12 Drag Bikes Championship 2012 (S12DBC), adalah event Kejurnas yang dilaksanakan tiap akhir minggu tanpa henti. Sejak Gresik hingga Lumajang, hari Sabtu (30/6) lalu. Ini pun akan berlanjut lagi di Kediri dan Malang. Bahkan, akan ada tambahan event di Bandung bulan November. Jelas perlu kesiapan tersendiri bagi para pembalap dan tim. Bagaimana siasat mereka?

Karena gelaran yang diadakan di Jawa Timur, tentu akan menjadi salah satu beban tersendiri untuk pembalap dan tim dari Jateng, Jabar dan DKI. Kalau sudah bertemtu dengan akhir minggu, berarti sudah harus bersiap-siap, pergi-pulang dari Jatim, itu pun disela dengan waktu setting mesin. Otomatis biaya yang dikeluarkan bakal membengkak.

Tak hanya pembalap dan tim dari luar Jatim, bagaimana dengan pembalap dan tim asal Jatim? Ternyata, tidak serta merta mereka diuntungkan. “Hampir tiap minggu kita lembur. Apalagi kalau ada motor yang trouble. Belum lagi servis harian,” jelas Adi. S Tuyul, pembalap dari tim WPSMRROVS Speed dan Commsell Rovs Speed asuhan Rovino Senjaya.
Masih sedikit lega karena semua motor Rovino adalah 2 tak karena bermain di kelas 155 sport 2 tak dan 125 bebek 2 tak. “Motor 2 tak setting-nya gak seribet 4 tak,” imbuh Rovino.

Senada dengan Raditya, pemilik tim K-Ijo TopJaya Conk Nganjuk. Angga, sapaan akrab Raditya juga pontang-panting mengatur jadwal balap. “Kalau pagi sampai sore anak-anak yang urus motor balap. Selama beberapa minggu ini mereka fokus. Karena kan turun 6 motor. Untungnya bengkel tidak terima servis harian. Kalau ada pasti repot,” jelasnya saat mengikuti S12DBC Lumajang.

Selain susahnya manajemen waktu, Angga juga merasa ada pembengkakan biaya balap yang naik hingga 100 persen. “Mulai biaya untuk pendaftaran, kru untuk lembur juga uang makan waktu balap. Kalau even normal bawa 6 motor plus total dana tiap even 5 jutaan. Kalau ini sekali berangkat bisa 10 jutaan,” jelas Angga.

Itu untuk kondisi normal. Dalam arti semua motor dalam kondisi sehat. Kalau trouble dan ada penggantian spare parts bisa dipastikan bakal membengkak lagi. Hal ini memang perlu dipikirkan juga.

“Semua masih bisa terjadi. Pembalap yang bermental juara, didukung pacuan prima plus hoki, dia yang juara,”komentar Agung S. Unyil, dragbiker Sidoarjo saat disodorkan hitungan maniakmotor. Bahkan pada kelas bebek 4 tak tune up s/d 155 cc Yogi Keycot dan Tony Chupank terpaut satu poin saja.

No comments:

Post a Comment