sobat.... Setelah mengikuti perkembangan bore up Mio hingga ramai diaplikasi dipakai balap, gerai variasi pun makin getol meluncurkan varian part bore up ke pasaran. Khususnya ukuran 58,5 mm dan 65 mm. Disini ada aturan yang menarik untuk diikuti, sehubungan dengan mekanis mesin skutik yang selalu bergasing di rpm tinggi.
“Paling mengkhawatirkan adalah sisa ketebalan liner yang ideal serta tinggi pantat silinder, agar tetap aman,
Sesuai
dengan hasil riset dan data yang dikumpulkan, untuk bore up 65 mm
ketebalan liner adalah 2,5 mm. Sedang yang bore up 58,5 mm perhitungan
sisa ketebalan liner nya masih
aman dalam hitungan 4,5 mm. Bagaimana dengan tinggi piston yang ideal ?
Hal ini layaknya dijadikan prioritas saat proses bore up. Sebab tinggi
piston juga berpengaruh dengan keamanan piston itu sendiri.
“Kalau
terlalu tinggi dan lebih dari 38,5 mm, bisa jadi ketika piston berada
di TMB (titik piston bawah) pantat piston akan membentur stang piston dan daun as kruk.
Tinggi piston 37,5 mm berlaku buat bore up 65 mm
Sedang
bore up 58,5 mm, tinggi pistonnya dapat memakai ukuran 38,5 mm. Sebab,
makin kecilnya diameter piston, makin jauh pula jarak pantat piston
dengan stang piston. Sehingga masih aman meskipun lebih tinggi dimensi
pistonnya.
Beda
dengan bagian tinggi pantat linernya, kalau bore up 65 mm tinggi
pantat liner dapat diaplikasi dengan tinggi 21 mm. Dan yang bore up
58,5 mm, untuk tinggi pantat linernya bisa memakai 20 mm. “Kalau di
bagian ini hanya mengikuti dimensi tinggi piston, untuk memastikan
keseluruhan bodi piston mendapat pelumasan maksimal





